Data buku :
Judul : Ibuku - Sharing anak dalam menyelami dunia sang ibu
Penulis : Agustinus Setyodarmono, SJ
Penerbit : Kanisius, 2020
Tebal : 141 halaman
“Hidup adalah sebuah relasi. Siapa yang bisa berelasi dengan baik, dia akan lebih menikmati hidup ini. Siapa yang tidak bisa berelasi dengan baik, dia akan lebih banyak mendapatkan kesulitan”. Kalimat ini ditulis dua kali oleh Rm. A. Setyodarmono, SJ dalam bukunya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjalin sebuah relasi yang baik dengan siapapun.
Salah satu pribadi yang berperan paling penting dalam hidup seseorang adalah ibu. Kualitas relasi dengan ibu akan sangat berpengaruh dalam menentukan perkembangan hidup seorang anak. Mulai dari cara mendidik, pola komunikasi, hingga perhatian-perhatian kecil yang diberikan. Tak dapat dipungkiri pula, bahwa ada banyak hal yang mungkin tidak disadari seorang ibu, justru meninggalkan luka dan trauma dalam diri anak sehingga mempengaruhi perkembangan hidupnya hingga dewasa.
Buku ini berkisah tentang pengalaman seorang anak berelasi dengan ibunya. Penulis dengan murah hati mau membagikan kisah relasi pribadinya bersama sang ibu dengan menarik. Pembaca akan belajar bagaimana seseorang mampu terbuka dan menarasikan pengalaman relasi bersama orang tua, termasuk pengalaman traumatis, kecewa, dan terluka. Menariknya, penulis mampu merefleksikan sebuah pengalaman luka menjadi sebuah makna yang mendalam. Kisah-kisah itu semakin lengkap dengan pengalaman penulis menjadi pembimbing para novis Serikat Yesus di Girisonta. Kisah relasi beberapa novis dengan ibu mereka tentunya juga akan memperkaya para pembaca.
Sebagai seorang anak, membaca buku ini semakin menyadarkan betapa luar biasa peran dan pengaruh seorang ibu. Dari kisah-kisah itu, pembaca juga dapat bercermin untuk melihat pola bagaimana ibu membentuk kita menjadi seperti yang sekarang ini. Untuk para ibu, buku ini juga patut dibaca untuk bercermin atas pengalaman sebagai anak, belajar memahami apa yang dirasakan anak dan pada akhirnya bisa belajar menjadi ibu yang lebih baik. Besar harapan bahwa para ibu yang membaca buku ini dapat lebih bijaksana dan terampil dalam mendampingi tahap perkembangan anak-anak mereka.
Buku ini juga akan sangat berguna bagi para religius dan imam yang bertugas sebagai formator. Buku ini bisa membantu para formator dalam mendampingi formandi mengolah relasi mereka dengan orang tuanya. Kisah-kisah di dalamnya juga membantu para formator untuk bercermin, apakah para formator telah menjadi orang tua yang baik dalam mendidik para formandi?
Kisah-kisah
dalam buku ini tak hanya diceritakan secara menarik, tapi juga direfleksikan
secara mendalam sehingga para pembaca dapat menemukan makna dan belajar dari
masing-masing kisah. Semoga proses mendalami relasi dengan ibu dapat dijadikan
pegangan dan pondasi untuk mengembangkan diri, berelasi dengan sesama dan
melangkah ke tahap kehidupan yang lebih jauh lagi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar