Jumat, 01 Januari 2021

CARA MENARIK MEMBACA ALKITAB

“Membaca alkitab itu membosankan, bahasanya rumit dan sukar dimengerti”. Begitulah curhatan beberapa teman tentang pengalaman mereka membaca alkitab. Harus saya akui, membaca alkitab memang tidak mudah. Butuh kemauan/niat, pengorbanan, daya juang, dan keterbukaan hati. Tapi jika anda mengakui diri sebagai pengikut Yesus, harusnya akrab dengan alkitab dong? Paling tidak, Injil (Mat, Mrk, Luk, Yoh). Parahnya, beberapa umat ada yang tidak tahu apa bedanya injil dengan kitab-kitab lain. Pernah suatu hari saya mengajar agama di suatu desa, lalu saya meminta mereka membuka injil Matius. Herannya, ada yang mencari Injil Matius di bagian perjanjian lama. Pengalaman ini membuktikan bahwa masih banyak orang Kristiani yang belum akrab dengan Alkitab. Padahal, alkitab merupakan jalan bagi kita untuk semakin mengenal Tuhan.

Kalau di KTP, kita tertulis beragama katolik/kristen, kita juga mengaku sebagai pengikut Yesus dan warga gereja, tapi faktanya tidak akrab dan tidak pernah/jarang membaca alkitab, itu namanya ikut-ikutan. Mengikuti sesuatu, tapi tidak mengenal apa yang diikuti. Nah, maukah anda menjadi orang Kristen/Katolik yang tidak sekedar ikut-ikutan? Bacalah alkitab! Dengan baca alkitab, anda tidak hanya sekedar semakin mengenal Tuhan. Siapa tau, anda juga dapat disentuh, dibimbing, diperbaharui, dididik, hingga dijumpai oleh Tuhan sendiri.

Kebanyakan orang membaca alkitab seperti membaca buku pada umumnya. Ada pula kelompok baca kitab suci, yang mentargetkan anggotanya untuk membaca beberapa pasal dari kitab suci setiap hari. Cara ini baik.. Tapi, jika membaca alkitab dengan cara ini, yang didapatkan mungkin hanya sekedar menunaikan kewajiban, hiburan, atau hanya sekedar kebanggan “gue udah baca seluruh alkitab”. Tapi jika ditanya apa yang mengesan, Tuhan bicara apa, orang ini tidak banyak tau. Sekali lagi, cara ini baik dan tidak salah. Tapi, baca alkitab itu bukan soal kejar target dan banyaknya bahan yang dibaca, melainkan seberapa dalam saya merenungkan suatu perikop, ayat, atau kisah tertentu. Bukan kuantitas, tapi kualitasnya. Nah, saya ingin menawarkan kepada anda cara membaca alkitab yang tidak membosankan, mendalam, berkualitas, berdaya-ubah dan pastinya menarik.

Cara pertama :

Dengan membayangkan, berimajinasi, berkontemplasi.

Apa maksudnya dan bagaimana caranya?

Pernahkah anda dicurhati seorang teman? Misalnya dia baru diputusin pacarnya. Atau dia baru mengadakan perjalanan yang menarik, naik gunung misalnya. Otomatis, kita akan ikut mengalami cerita itu. Sedih dan sakitnya diputusin pacar. Atau ikut membayangkan perjalanan yang ditempuh, indahnya alam, orang-orang yang dijumpai. Kita seperti mengalami langsung peristiwa itu. Karena itu, kita dapat ikut bergembira atau bersedih, seperti yang Ia alami.  

Atau pernahkah anda membaca novel? Membaca novel pastinya akan memainkan imajinasi dan mengaduk-aduk perasaan kita. Begitu juga ketika kita menonton film. Tak jarang, orang akan menangis ketika menonton film atau membaca novel tertentu. Artinya, kita ikut mengalami cerita tersebut. Nah, membaca alkitab pun bisa dilakukan dengan cara ini.

Caranya :

1.       Pilih dan bacalah satu perikop yang menarik bagi anda. Misal : Kelahiran Yesus (Luk 2:1-14)

2.       Setelah membacanya, ambillah waktu beberapa menit, mungkin 10-15 menit. Bisa juga diperpanjang sesuai dengan kemauan dan situasi anda.

3.       Pejamkan mata dan putar ulang kisah tersebut dalam imajinasi anda. Kita tidak perlu merasa bersalah dan betul, biarkan anda berimajinasi sesuai dengan kehendak anda. Jika yang muncul dalam imajinasi anda berbeda dengan yang tertulis di teks alkitab, biarkanlah itu terjadi secara alamiah dan tidak perlu merasa bersalah. Apa saja yang perlu diimajinasikan?

4.       Pertama, imajinasikanlah latar tempat terjadinya peristiwa. Misal : membayangkan bagaimana perjalanan dari Nazareth ke Bethlehem, apakah jalannya datar, melintasi lembah, bukit? Bagaimana cuacanya? Membayangkan bagaimana tempat kandang Yesus dilahirkan, besar atau kecil, posisinya bagaimana, dst.

5.        Kedua, imajinasikanlah tokoh-tokoh dalam cerita, dan ambillah peran tertentu seperti ketika anda bermain teater. Anda bisa membayangkan diri sebagai Maria, Yusuf, atau bisa juga menghadirkan diri anda sendiri disana. Saya menyarankan anda mengambil peran sebagai diri anda sendiri. Anda bebas mau melakukan apa dan berperan sebagai apa. Misal : menjadi baby sitter Keluarga Kudus dengan melayani kebutuhan mereka, membantu Maria melahirkan Yesus, memandikan Yesus dan menggendongnya, dst.

6.       Biarlah cerita berjalan alami, biarkan fantasi dan imajinasi anda bekerja dengan leluasa.

7.       Cermatilah perasaan yang muncul : terharu, gembira, kagum, dll. Cermati juga pemahaman/hal baru apa yang kudapatkan.

8.       Tutup dengan doa spontan sesuai dengan perasaan yang muncul.

Dengan membayangkan seperti ini, kita bisa mendapatkan banyak hal. Seperti merasakan perjalanan dan susah payah keluarga kudus, betapa Yesus memilih untuk dilahirkan dalam kemiskinan yang memuncak dan penuh derita. Dan pemahaman lainnya... Mungkin kita juga akan banyak bertanya. Untuk apa Yesus lahir di kandang? Mengapa ini, dan mengapa itu? Disitulah kita dapat mencoba untuk memahami menurut pandanganku, apa makna peristiwa di kitab suci. Setelahnya, tentu kita bisa mencari jawabannya entah di buku tafsir, internet, bertanya ke guru/pastor. Dengan kontemplasi, pengetahuan iman kita pun otomatis bertambah.

Kita juga bisa mencermati bagaimana peran diriku dalam kontemplasi. Misalnya : Aku sulit sekali membayangkan tokoh Yosef. Aku lebih dekat dengan Bunda Maria dan nyaman didekatnya. Di situ kita bisa bertanya, mengapa aku sulit membayangkan Yosef dan lebih dekat dengan Maria? Data ini bisa menunjukkan sesuatu. Misalnya : di dalam hidupku, ternyata aku lebih dekat dan nyaman berelasi dengan ibuku. Ayah jarang dirumah dan aku tidak dekat dengannya. Itulah yang membuatku sulit membayangkan Yosef dan lebih dekat dengan Maria. Dengan cara membaca kitab suci seperti ini, kita tidak sekedar semakin mengenal Allah, tapi juga semakin mengenal diri sendiri. Dalam imajinasi, alam bawah sadar kita bekerja. Siapa tau, alam bawah sadar kita ingin memberi tahu suatu hal yang berharga lewat kontemplasi kita.

                Dengan kontemplasi, kita tidak sekedar membaca alkitab, tapi juga berdoa. Lewat kontemplasi, kita berjumpa dengan Allah lewat cerita dan imajinasi kita. Allah pun sangat mungkin bekerja melalui perasaan, pemahaman, dan peran tertentu yang kita imajinasikan. Dengan ini, kita menjadikan kisah dalam alkitab tak hanya milik para nabi atau Yesus, tapi juga milik kita sendiri.

Cara ini bisa kita gunakan untuk merenungkan atau membaca teks kitab suci yang berupa cerita. Tapi tak semua isi alkitab berupa cerita. Ada banyak perikop yang berupa ajaran, puisi, syair, nasihat, dan surat. Seperti Mazmur, Amsal, surat-surat Paulus, sabda Bahagia, kotbah Yesus, dll. Untuk itu, ada cara kedua membaca kitab suci.

CARA KEDUA :

Dengan merasakan, mengunyah kata-kata, membatinkan, mengkonsiderasikan dan memeditasikan. Apa maksudnya dan bagaimana caranya?

Saat sekolah, kita mempelajari banyak rumus. Seperti rumus matematika, fisika, kimia, dst. Tak semua rumus bisa langsung kita pahami. Kadang, butuh waktu lama untuk memahaminya. Kenapa kok begini dan harus pakai yang ini? Nah, disitulah kita sedang melakukan meditasi. Kita memikirkan, mencoba menafsir, membatinkan rumus tersebut hingga akhirnya kita dapat memahaminya dan menggunakan rumus tersebut untuk memecahkan suatu persoalan.

Atau pernahkah anda dinasihati oleh orang tua anda, dan anda menjadi marah? Nah, disitulah anda sedang merenungkan nasihat orang tua anda. Timbullah reaksi berupa rasa marah, tidak setuju, dst. mungkin karena saat itu anda belum mengertinya. Barulah beberapa tahun kemudian, biasanya anda memahami kebenaran nasihat orang tua anda tersebut. Itulah meditasi – konsiderasi.

Begitu juga dengan membaca kitab suci. Kadang, kita tidak mengerti apa yang disabdakan kitab suci. Atau mungkin kita pernah merasa tersindir oleh suatu ayat kitab suci. Dengan merenungkan suatu ayat atau perikop tertentu yang mengesan, menyindir atau yang tidak kumengerti, siapa tau ayat atau perikop tersebut ingin berbicara sesuatu untuk hidup anda. Kita perlu hening dan merenungkan apa makna suatu teks kitab suci untuk dunia zaman now dan untuk hidup kita saat ini.

Caranya 

 Pilih ayat, kalimat, atau perikop tertentu yang ingin anda renungkan.

2.       Bacalah pelan-pelan, atau bisa juga sambil diucapkan

3.       Bila ada perasaan tertarik atau tersindir akan suatu ayat atau kalimat, berhentilah di situ. Bacalah ulang, rasakan, cerna, batinkan, dan tanyalah, mengapa aku tertarik dengan ayat ini? Ayat ini ingin berbicara apa dalam hidupku?

4.       Tutup dengan doa spontan sesuai dengan perasaan yang muncul.

Inilah dua cara membaca kitab suci yang ingin saya tawarkan kepada anda. Seperti yang sudah saya katakan diawal, membaca kitab suci butuh kemauan, pengorbanan, daya juang, dan keterbukaan hati. Kita harus menyediakan waktu khusus dan penuh minat untuk membaca dan merenungkan kitab suci. Dengan itu, kita tidak hanya membaca, tapi mendoakannya. Untuk memperoleh manfaat yang lebih optimal, saya menyarankan beberapa hal :

Saran :

1.       Sisihkanlah waktu sebelum misa/ibadah untuk merenungkan bacaan hari itu. Jangan salahkan pemimpin ibadat  jika setelah ibadah anda tidak mendapatkan apa-apa, misal karena kotbahnya tidak anda mengerti. Salahkanlah diri anda yang tidak mempersiapkan diri mendengar sabda Tuhan dengan membaca dan merenungkannya. Tanyalah, Tuhan mau berbicara apa padaku lewat sabda hari ini?  Kotbah hanyalah sarana untuk membantu umat memahami sabda Tuhan. “Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan, dan tekun melaksanakannya ; SabdaMu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami”

2.       Buatlah jadwal khusus membaca dan mendoakan kitab suci. Misalnya : hari minggu pagi, atau setiap hari sebelum mandi, sesuai dengan situasi dan kondisi anda masing-masing. Dengan ini, anda akan menjadi orang kristiani yang baik, dewasa dalam iman, dan pastinya hidup anda akan selalu dituntun oleh firman Tuhan yang menjadikan anda berkat.

3.       Jika anda mau untuk semakin bertumbuh dalam iman, bacalah kitab suci setiap hari. Sebaiknya di pagi hari, sisihkan sedikit waktu untuk merenungkan sabda Tuhan. Gereja Katolik telah menyusun bacaan harian setiap hari dalam kalender liturgi. Anda bisa menggunakannya, supaya setiap hari, hidup anda dipenuhi dengan firman Allah.

5.       Setelah membaca kitab suci, berdoalah secara spontan. Ungkapkan perasaan anda pada Tuhan, mohonlah rahmat yang anda kehendaki dan buatlah niat konkret apa yang ingin kulakukan dan kuperjuangkan.

6.       Milikilah Alkitab pribadi yang bisa anda stabilo atau corat-coret.

7.       Sediakanlah buku catatan untuk mencatat perasaan, buah-buah, pemahaman, makna, niat konkret, rahmat dan pengalaman perjumpaan dengan Allah yang anda alami setiap kali mendoakan kitab suci. Catatan ini pasti akan menjadi data yang berharga.

Artikel ini tidak akan berguna jika hanya dibaca. Anda harus melakukannya. Begitu juga dengan alkitab. Tidak akan berguna jika anda hanya membeli, menyimpannya di rak atau hanya sekedar  mendownloadnya di smartphone anda. Anda harus membaca, mendoakan, dan melaksanakannya. Dengan itu, Alkitab akan membuat hidup anda terus diperbaharui oleh firman. Semoga dengan cara-cara ini, kita dapat semakin akrab dengan kitab suci, dan dengan itu juga semakin akrab dalam menjalin relasi persahabatan bersama Allah Bapa, putraNya Yesus Kristus dalam bimbingan oleh Roh Kudus.

Sebagaimana sabda telah menjadi daging dalam Yesus Kristus, semoga sabda itu juga menjadi daging dalam diri kita. Tuhan memberkati.

Sumber : Darminta. J. (penerj.) Latihan Rohani St. Ignasius Loyola. Yogyakarta : Kanisius. 1993

Nicholas Dennis Kurnia 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar